Eksplorasi Pemodelan 3D, Organologi Budaya & Shader
Dokumentasi komprehensif visualisasi 3D yang mencakup kajian organologi alat musik tradisional Sunda (Tarawangsa, Kacapi, Karinding), perancangan bandara udara, props vintage, hingga eksperimen procedural shader nodes di Blender.
Dokumentasi Video Pemodelan 3D
Rekaman proses pembuatan model 3D, tutorial nodes shader, dan eksplorasi objek di YouTube.

Membuat 3D Model Kacapi di Blender 2.90
Proses pemodelan 3D instrumen musik tradisional Sunda (Kacapi Indung) mulai dari body resonansi, inang, kawat dawai, hingga tekstur kayu alami menggunakan Blender 2.90.

Kujang 3D Model - Blender 2.91
Pemodelan 3D Kujang, senjata pusaka dan simbol budaya khas Tatar Sunda Jawa Barat, dengan lekukan bilah berornamen dan gagang kayu tradisional.

Blender Node Teko Cendol / Teko Blirik - Blender 2.90
Eksplorasi procedural shader nodes untuk menghasilkan motif loreng bintik khas teko blirik/cendol enamel vintage tanpa UV image texture eksternal.
Eksplorasi Karya & Kajian Visual
Pilih salah satu folder proyek di bawah untuk membuka halaman dokumentasi lengkap, lembar kajian organologi bersambung, dan visualisasi arsitektur.
Visualisasi 3D Organologi Tarawangsa Sumedang
Rangkaian poster dan visualisasi 3D kajian organologi instrumen gesek kuno Tarawangsa khas Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Proyek ini memvisualisasikan data morfometrik, sejarah, penamaan bagian instrumen, hingga instrumen pengiringnya (Jentreng).
Tarawangsa merupakan salah satu alat musik gesek tradisional Sunda yang memiliki nilai sakral tinggi, terutama dalam upacara adat agraris Ngalaksa di Rancakalong, Sumedang. Menurut budayawan dan maestro Tarawangsa, nama Tarawangsa memiliki akronim filosofis mendalam: ‘Ta’tabeuhan ‘Ra’kyat ‘Wa’li Salapan / nara‘wang’ ka Nu Maha E’sa’.
Tarawangsa dimainkan dengan cara digesek pada dawai yang paling dekat kepada pemain, sedangkan dawai satunya dipetik dengan jari telunjuk tangan kiri. Dalam sebuah ensambel musik, Tarawangsa dimainkan bersama instrumen petik tujuh dawai yang menyerupai kecapi, yang disebut Jentreng.

Etimologi & Filosofi: Berasal dari ungkapan ‘Ta’tabeuhan ‘Ra’kyat ‘Wa’li Salapan / nara‘wang’ ka Nu Maha E’sa’—bermakna doa persembahan spiritual rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta atas kelimpahan panen padi (Dewi Sri).
Jejak Arkeologis: Keberadaan alat musik gesek Tarawangsa diperkirakan telah hidup sejak abad ke-10 Masehi, terbukti dari relief candi-candi di Jawa serta tradisi agraris kuno masyarakat Rancakalong Sumedang.
Sumber Tertulis: Tercatat dalam naskah Sunda kuno abad ke-16 Sewaka Darma sebagai salah satu waditra utama pada upacara sakral Ngalaksa.

Pucuk: Bagian ujung mahkota berukir di atas tiang Tarawangsa yang memiliki ornamen lengkungan khas tradisi Sumedang.
Pureut: Sepasang pasak penala kayu kiri dan kanan di bagian atas tiang untuk menyetel dan mengunci nada kedua dawai kawat.
Tihang: Tiang/leher kayu vertikal panjang yang menjadi jalur rentangan dawai dari pucuk menuju kotak resonator bawah.
Kawat: Dua helai dawai kawat baja/besi: satu dawai utama di sisi dalam untuk digesek dan satu dawai pengiring di sisi luar untuk dipetik.
Taktak: Bahu / bidang penutup atas kotak resonator (*parungpung*) yang menghubungkan kotak dengan tiang (*tihang*).
Parungpung & Raray: Parungpung adalah wadah gema (resonator). Raray adalah papan muka depan tempat inang bertumpu dan dawai bergetar.
Inang: Kuda-kuda kecil penyangga dawai di atas permukaan raray yang menyalurkan energi getaran dawai ke dalam kotak parungpung.
Bobokong & Udel: Bobokong adalah dinding belakang kotak resonator. Udel adalah lubang suara bulat di tengah bobokong tempat keluarnya resonansi akustik.
Suku: Kaki-kaki penyangga kayu di dasar bawah kotak resonator agar instrumen dapat berdiri tegak dan stabil saat dimainkan.

Balungan Gending: Instrumen petik 7 dawai pengiring Tarawangsa yang berfungsi sebagai kerangka melodi (*balungan*) pada laras pentatonis *pelog*, *madenda*, dan *salendro*.
Gelung & Pongpok: Gelung adalah lengkungan artistik di ujung atas/bawah. Pongpok adalah bidang penutup ujung badan Jentreng.
Mata Itik & Inang: Mata Itik adalah lubang kaitan dawai di bagian atas raray. Inang adalah kuda-kuda penyangga senar untuk mengatur titinada.
Dadampar & Tumpang Sari: Dadampar adalah landasan pangkal dawai. Tumpang Sari adalah penyangga tumpuan dawai sebelum kawat terhubung ke pasak penala bawah.
Pureut: Tujuh pasak penala kayu di bagian bawah dadampar untuk menyetem ketegangan masing-masing dari 7 kawat Jentreng.
Lidah/Leletah & Bobokong: Bobokong adalah dinding belakang badan Jentreng. Lidah/Leletah adalah lubang resonansi memanjang di bobokong tempat pelepasan suara gema.
Video Animasi 3D & Walkthrough (MP4)
Animasi pergerakan kamera sinematik detail instrumen Tarawangsa & Jentreng beserta spesifikasi teknisnya.


Dokumentasi Topologi & Mesin Render
Rincian data teknis topologi 3D mesh dan pipeline rendering Cycles: