@boyaghnia
3D Modeling & Organology Showcase2020 – 2024

Eksplorasi Pemodelan 3D, Organologi Budaya & Shader

Dokumentasi komprehensif visualisasi 3D yang mencakup kajian organologi alat musik tradisional Sunda (Tarawangsa, Kacapi, Karinding), perancangan bandara udara, props vintage, hingga eksperimen procedural shader nodes di Blender.

Software Utama
Blender 3D
Render Engine
Cycles & Eevee
Fokus Riset
Organologi & Arsitektur
Total Kategori
6 Folder Proyek
Video Showcase & Timelapse YouTube

Dokumentasi Video Pemodelan 3D

Rekaman proses pembuatan model 3D, tutorial nodes shader, dan eksplorasi objek di YouTube.

Kunjungi Channel YouTube
Membuat 3D Model Kacapi di Blender 2.90
Timelapse & Modelling TutorialBlender 2.90

Membuat 3D Model Kacapi di Blender 2.90

Proses pemodelan 3D instrumen musik tradisional Sunda (Kacapi Indung) mulai dari body resonansi, inang, kawat dawai, hingga tekstur kayu alami menggunakan Blender 2.90.

Kujang 3D Model - Blender 2.91
Cultural Weapon 3D ShowcaseBlender 2.91

Kujang 3D Model - Blender 2.91

Pemodelan 3D Kujang, senjata pusaka dan simbol budaya khas Tatar Sunda Jawa Barat, dengan lekukan bilah berornamen dan gagang kayu tradisional.

Blender Node Teko Cendol / Teko Blirik - Blender 2.90
Procedural Shader & Material NodesBlender 2.90

Blender Node Teko Cendol / Teko Blirik - Blender 2.90

Eksplorasi procedural shader nodes untuk menghasilkan motif loreng bintik khas teko blirik/cendol enamel vintage tanpa UV image texture eksternal.

Dokumentasi Visualisasi 3D Model

Eksplorasi Karya & Kajian Visual

Pilih salah satu folder proyek di bawah untuk membuka halaman dokumentasi lengkap, lembar kajian organologi bersambung, dan visualisasi arsitektur.

Visualisasi 3D Organologi Tarawangsa Sumedang

Rangkaian poster dan visualisasi 3D kajian organologi instrumen gesek kuno Tarawangsa khas Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Proyek ini memvisualisasikan data morfometrik, sejarah, penamaan bagian instrumen, hingga instrumen pengiringnya (Jentreng).

Latar Belakang & Filosofi Tarawangsa

Tarawangsa merupakan salah satu alat musik gesek tradisional Sunda yang memiliki nilai sakral tinggi, terutama dalam upacara adat agraris Ngalaksa di Rancakalong, Sumedang. Menurut budayawan dan maestro Tarawangsa, nama Tarawangsa memiliki akronim filosofis mendalam: ‘Ta’tabeuhan ‘Ra’kyat ‘Wa’li Salapan / nara‘wang’ ka Nu Maha E’sa’.

Tarawangsa dimainkan dengan cara digesek pada dawai yang paling dekat kepada pemain, sedangkan dawai satunya dipetik dengan jari telunjuk tangan kiri. Dalam sebuah ensambel musik, Tarawangsa dimainkan bersama instrumen petik tujuh dawai yang menyerupai kecapi, yang disebut Jentreng.

01 — Pengantar, Sejarah & Filosofi Tarawangsa Sumedang
Page 1.webp
Visualisasi 3D Organologi Tarawangsa Sumedang
Buka Lembar Penuh (Resolusi Asli)
TA-RA-WANG-SA

Etimologi & Filosofi: Berasal dari ungkapan ‘Ta’tabeuhan ‘Ra’kyat ‘Wa’li Salapan / nara‘wang’ ka Nu Maha E’sa’—bermakna doa persembahan spiritual rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta atas kelimpahan panen padi (Dewi Sri).

SEJARAH ABAD KE-10

Jejak Arkeologis: Keberadaan alat musik gesek Tarawangsa diperkirakan telah hidup sejak abad ke-10 Masehi, terbukti dari relief candi-candi di Jawa serta tradisi agraris kuno masyarakat Rancakalong Sumedang.

NASKAH SEWAKA DARMA

Sumber Tertulis: Tercatat dalam naskah Sunda kuno abad ke-16 Sewaka Darma sebagai salah satu waditra utama pada upacara sakral Ngalaksa.

02 — Bagian-bagian pada Tarawangsa (Blueprint & Anatomi Lengkap)
Page 2.webp
Bagian-bagian pada Tarawangsa
Buka Lembar Penuh (Resolusi Asli)
PUCUK

Pucuk: Bagian ujung mahkota berukir di atas tiang Tarawangsa yang memiliki ornamen lengkungan khas tradisi Sumedang.

PUREUT

Pureut: Sepasang pasak penala kayu kiri dan kanan di bagian atas tiang untuk menyetel dan mengunci nada kedua dawai kawat.

TIHANG

Tihang: Tiang/leher kayu vertikal panjang yang menjadi jalur rentangan dawai dari pucuk menuju kotak resonator bawah.

KAWAT

Kawat: Dua helai dawai kawat baja/besi: satu dawai utama di sisi dalam untuk digesek dan satu dawai pengiring di sisi luar untuk dipetik.

TAKTAK

Taktak: Bahu / bidang penutup atas kotak resonator (*parungpung*) yang menghubungkan kotak dengan tiang (*tihang*).

PARUNGPUNG & RARAY

Parungpung & Raray: Parungpung adalah wadah gema (resonator). Raray adalah papan muka depan tempat inang bertumpu dan dawai bergetar.

INANG

Inang: Kuda-kuda kecil penyangga dawai di atas permukaan raray yang menyalurkan energi getaran dawai ke dalam kotak parungpung.

BOBOKONG & UDEL

Bobokong & Udel: Bobokong adalah dinding belakang kotak resonator. Udel adalah lubang suara bulat di tengah bobokong tempat keluarnya resonansi akustik.

SUKU

Suku: Kaki-kaki penyangga kayu di dasar bawah kotak resonator agar instrumen dapat berdiri tegak dan stabil saat dimainkan.

PANGESET (BUSUR PENGGESEK)
Congo: Ujung atas tangkai busur penggesek yang melengkung.
Rambut: Helai serat ekor kuda/benang halus penggesek kawat dawai.
Bagal: Pangkal tangkai busur tempat tangan kanan pemain memegang.
*Model: Tarawangsa Sumedang buatan Bpk. Pupung Supena (Sanggar Seni Sunda Lugina)
03 — Bagian-bagian pada Jentreng (Balungan Gending Tarawangsa)
Page 3.webp
Bagian-bagian pada Jentreng
Buka Lembar Penuh (Resolusi Asli)
JEN-TRÉNG

Balungan Gending: Instrumen petik 7 dawai pengiring Tarawangsa yang berfungsi sebagai kerangka melodi (*balungan*) pada laras pentatonis *pelog*, *madenda*, dan *salendro*.

GELUNG & PONGPOK

Gelung & Pongpok: Gelung adalah lengkungan artistik di ujung atas/bawah. Pongpok adalah bidang penutup ujung badan Jentreng.

MATA ITIK & INANG

Mata Itik & Inang: Mata Itik adalah lubang kaitan dawai di bagian atas raray. Inang adalah kuda-kuda penyangga senar untuk mengatur titinada.

DADAMPAR & TUMPANG SARI

Dadampar & Tumpang Sari: Dadampar adalah landasan pangkal dawai. Tumpang Sari adalah penyangga tumpuan dawai sebelum kawat terhubung ke pasak penala bawah.

PUREUT (7 PASAK PENALA)

Pureut: Tujuh pasak penala kayu di bagian bawah dadampar untuk menyetem ketegangan masing-masing dari 7 kawat Jentreng.

LIDAH / LELETAH & BOBOKONG

Lidah/Leletah & Bobokong: Bobokong adalah dinding belakang badan Jentreng. Lidah/Leletah adalah lubang resonansi memanjang di bobokong tempat pelepasan suara gema.

Video Animasi 3D & Walkthrough (MP4)

Animasi pergerakan kamera sinematik detail instrumen Tarawangsa & Jentreng beserta spesifikasi teknisnya.

Animasi FlythroughTarawangsa
Animasi Flythrough
Animasi camera flythrough 3D menelusuri kelengkungan badan, pangeset, dan leher instrumen Tarawangsa.
Animasi WalkthroughJentreng
Animasi Walkthrough
Animasi gerak kamera menelusuri 7 kawat dawai, dadampar, dan resonator Jentreng sebagai balungan gending Tarawangsa.
Parameter Teknis & Render
Dokumentasi Topologi & Mesin Render

Rincian data teknis topologi 3D mesh dan pipeline rendering Cycles:

Data Geometri 3D Mesh
Tarawangsa
Vertices: 14.705
Edges: 25.990
Faces: 11.419
Triangles: 27.950
Jentreng
Vertices: 12.294
Edges: 23.539
Faces: 11.294
Triangles: 24.354
Pengaturan Render Cycles
Engine & SamplingCycles 32 Samples
Framerate & Total150 Frames (30 FPS)
Denoise & Threshold0.1 + Denoiser
Format & KualitasH.264 Medium Q
© Amparan DjatiBoy Aghnia Rifadhan